Cara Chat HRD di WA yang Sopan dan Bikin Kamu Dipanggil Interview

Cara Chat HRD di WA

Kamu baru saja nemu lowongan kerja yang cocok banget, CV sudah dikirim, tapi belum ada kabar. Atau mungkin kamu ingin follow up lamaran yang sudah kamu kirim beberapa hari lalu. Nah, sekarang muncul pertanyaan - boleh nggak sih chat HRD langsung lewat WhatsApp? Dan kalau boleh, cara chat HRD di WA yang benar itu seperti apa?

Jawabannya: boleh, asal tahu caranya. Salah kirim pesan ke HRD bisa bikin kamu langsung dicoret dari daftar kandidat. Tapi kalau pesanmu tepat, justru bisa jadi nilai plus tersendiri.

Kenapa Chat HRD Lewat WhatsApp Itu Berisiko Kalau Asal-asalan?

HRD itu setiap hari menerima puluhan bahkan ratusan pesan dari pelamar. Bayangkan, inbox mereka penuh banget. Kalau kamu kirim pesan yang terlalu santai, terlalu panjang, atau bahkan typo di mana-mana - kesan pertama kamu langsung jelek.

WhatsApp memang platform yang informal dibanding email. Tapi bukan berarti kamu bisa chat HRD seperti chat teman lama. Tetap ada etika yang harus dijaga.

Kapan Kamu Boleh Chat HRD di WhatsApp?

Sebelum bahas cara chat HRD di WA, kamu perlu tahu dulu kapan waktu yang tepat:

  • Ketika nomor HRD memang dicantumkan di iklan lowongan kerja. Ini berarti mereka membuka jalur komunikasi via WA.
  • Ketika kamu ingin follow up lamaran yang sudah dikirim lewat email atau platform job portal, dan tidak ada respons dalam 3–5 hari kerja.
  • Ketika diminta konfirmasi jadwal interview oleh HRD itu sendiri.
  • Ketika ada instruksi di lowongan untuk mengirim CV langsung via WhatsApp.

Kalau nomornya tidak dicantumkan dan kamu mencarinya sendiri dari tempat lain - pikir dua kali dulu. Bisa terkesan tidak sopan dan invasif.

Cara Chat HRD di WA: Panduan Lengkap dengan Contoh

1. Perhatikan Waktu Pengiriman

Jangan kirim pesan di luar jam kerja. Idealnya kirim antara pukul 08.00–17.00 di hari kerja (Senin–Jumat). Hindari kirim pesan malam hari, akhir pekan, atau hari libur nasional.

Mengirim pesan di luar jam kerja bukan cuma tidak sopan, tapi juga bisa bikin HRD merasa terganggu. Dan orang yang merasa terganggu biasanya tidak dalam mood terbaik untuk merespons lamaranmu dengan positif.

2. Mulai dengan Salam yang Sopan

Gunakan sapaan formal. Di Indonesia, "Selamat pagi/siang/sore, Bapak/Ibu" jauh lebih aman dibanding langsung "Halo kak" atau bahkan "Hai."

Kalau kamu tahu nama HRD-nya, gunakan namanya. Itu sentuhan kecil yang menunjukkan kamu sudah melakukan riset dan menghargai mereka sebagai individu.

3. Perkenalkan Dirimu Secara Singkat

Langsung to the point. HRD tidak punya waktu membaca paragraf panjang hanya untuk tahu siapa kamu.

Cukup sebutkan:

  • Nama lengkap
  • Posisi yang dilamar
  • Dari mana kamu tahu lowongan ini

4. Sampaikan Tujuanmu dengan Jelas

Apakah kamu mau mengirim CV? Follow up lamaran? Tanya status seleksi? Sampaikan langsung. Jangan bertele-tele.

5. Tutup dengan Sopan dan Tunjukkan Antusiasmemu

Akhiri pesan dengan ucapan terima kasih dan harapan untuk bisa dihubungi lebih lanjut. Tunjukkan bahwa kamu serius tapi tidak memaksa.

Contoh Pesan WhatsApp ke HRD yang Benar

Contoh 1: Melamar Kerja via WA (sesuai instruksi lowongan)

Selamat pagi, Bapak/Ibu.

Perkenalkan, saya Reza Pratama. Saya tertarik melamar posisi Marketing Executive yang dibuka di [nama perusahaan], berdasarkan informasi yang saya temukan di [sumber lowongan].

Bersama pesan ini, saya lampirkan CV dan dokumen pendukung lainnya. Saya memiliki pengalaman 2 tahun di bidang pemasaran digital dan sangat antusias untuk bergabung dengan tim Bapak/Ibu.

Atas perhatian dan waktunya, saya ucapkan terima kasih. Besar harapan saya untuk dapat mengikuti proses seleksi lebih lanjut.

Hormat saya,

Reza Pratama

08xxxxxxxxxx

Contoh 2: Follow Up Lamaran yang Sudah Dikirim

Selamat siang, Bapak/Ibu HRD [nama perusahaan].

Saya Dina Aulia, sebelumnya telah mengirimkan lamaran untuk posisi Graphic Designer melalui email pada tanggal [tanggal kirim].

Saya ingin menanyakan apakah lamaran saya sudah diterima dan apakah ada informasi lebih lanjut terkait proses seleksi.

Terima kasih atas waktunya. Saya sangat berharap dapat berkontribusi di [nama perusahaan].

Salam,

Dina Aulia

Contoh 3: Konfirmasi Jadwal Interview

Selamat pagi, Bapak/Ibu [nama HRD].

Saya Fajar Nugroho, merespons undangan interview untuk posisi Finance Staff. Saya mengkonfirmasi kehadiran saya pada:

📅 Hari/Tanggal: [isi sesuai jadwal]

⏰ Pukul: [isi sesuai jadwal]

📍 Lokasi: [isi sesuai info]

Mohon informasikan jika ada hal yang perlu saya persiapkan sebelumnya.

Terima kasih atas kesempatan ini.

Hormat saya,

Fajar Nugroho

Kesalahan Umum yang Harus Kamu Hindari

Ini yang sering dilakukan pelamar dan langsung bikin HRD ilfeel:

Pesan terlalu pendek dan tidak jelas

Contoh buruk: "Kak, ada lowongan ga?"  Ini tidak menunjukkan keseriusan sama sekali.

Kirim pesan berkali-kali dalam sehari

Satu pesan sudah cukup. Kalau belum dibalas, tunggu minimal 1–2 hari kerja sebelum follow up lagi.

Typo atau grammar berantakan

Cek ulang pesanmu sebelum dikirim. Kesalahan ketik yang banyak menunjukkan kamu kurang teliti  dan itu sifat yang tidak diinginkan di kandidat mana pun.

Gunakan bahasa terlalu santai atau singkatan alay

"Kak mau nanya dong, ada lowker ga buat anak fresh grad?" Hindari ini.

Kirim file tanpa keterangan

Kalau kamu lampirkan CV, selalu sertakan pesan pengantar. Jangan kirim file begitu saja tanpa konteks.

Mengirim voice note

Kecuali diminta, jangan kirim pesan suara ke HRD. Tidak semua orang nyaman atau sempat mendengarkannya di tempat kerja.

Tips Tambahan Supaya Pesanmu Lebih Berkesan

Gunakan foto profil yang profesional. HRD bisa melihat foto profil WA-mu. Pastikan bukan foto yang terlalu kasual atau tidak pantas.

Nama akun WA kamu harus nama asli. Kalau nama akunmu masih nama gaul atau nickname yang aneh, pertimbangkan untuk menggantinya saat melamar kerja.

Simpan nomor HRD dengan nama yang benar. Ini memang tidak berdampak langsung, tapi kebiasaan rapi seperti ini mencerminkan karakter orangnya.

Jangan langsung meminta gaji di pesan pertama. Tahan dulu pertanyaan soal gaji. Ada waktunya nanti saat proses seleksi.

Berapa Lama Menunggu Balasan?

Setelah mengirim pesan, wajar kalau kamu deg-degan menunggu balasan. Tapi ingat, HRD menangani banyak hal sekaligus. Berikut patokan yang realistis:

  • Lamaran baru: Tunggu 3–5 hari kerja sebelum follow up
  • Follow up pertama: Tunggu 2 hari kerja sebelum follow up kedua
  • Konfirmasi interview: Biasanya dibalas dalam 1 hari kerja

Kalau sudah 2 kali follow up dan masih tidak ada respons, kemungkinan posisi sudah terisi atau lamaranmu tidak sesuai kualifikasi. Tidak apa-apa, lanjutkan ke lamaran berikutnya.

Penutup

Melamar kerja lewat WhatsApp bukan sesuatu yang aneh atau tidak profesional, asal kamu tahu cara melakukannya dengan benar. Cara chat HRD di WA yang tepat bisa membedakan kamu dari ratusan pelamar lain yang asal kirim pesan.

Kuncinya sederhana: sopan, singkat, jelas, dan kirim di waktu yang tepat. Tunjukkan bahwa kamu serius dan menghargai waktu mereka, karena kesan pertama, bahkan lewat chat sekalipun, bisa menentukan langkah selanjutnya dalam proses rekrutmen.

Lebih lamaTerbaru

Posting Komentar