Talent Pool di Jobstreet: Kenapa Lowongan Kerja Yang Sama Muncul Terus?

Talent Pool di Jobstreet Kenapa Lowongan Tak Kunjung Hilang

Pernah nggak, kamu apply sebuah posisi di Jobstreet, terus dua bulan kemudian iseng buka lagi aplikasi itu, eh, lowongannya masih nangkring di sana? Padahal setahu saya, masa aktif satu postingan di Jobstreet biasanya cuma sekitar 30 hari. Kalau lowongan yang sama muncul lagi setelah "mati" sebentar, kamu nggak sendirian kalau mulai curiga: jangan-jangan ini bukan lowongan sungguhan, tapi cuma jaring buat kumpulin CV alias talent pool.

Saya sendiri pernah mengalami ini. Ada satu posisi yang saya lamar, dan selama lebih dari dua bulan, job desk yang sama terus wara-wiri di beranda pencarian kerja saya. Kadang hilang beberapa hari, lalu muncul lagi dengan judul yang persis sama. Awalnya saya pikir HRD-nya lambat proses, tapi lama-lama saya mulai bertanya-tanya: apa perusahaan ini memang sedang menyiapkan posisi untuk masa depan, atau ini cuma strategi employer branding supaya nama perusahaan tetap terlihat aktif merekrut?

Daftar Isi:

Apa Sebenarnya Talent Pool Itu?

Talent pool adalah kumpulan data kandidat yang sudah pernah melamar atau menunjukkan minat pada sebuah perusahaan, yang disimpan untuk kebutuhan rekrutmen di masa depan, bukan untuk posisi yang sedang dibuka saat itu juga. Jadi ketika sebuah perusahaan memasang lowongan, tapi sebenarnya belum ada kebutuhan mendesak untuk mengisi kursi tersebut, mereka tetap membuka lamaran supaya database CV mereka terus bertambah. Begitu suatu hari ada kebutuhan riil, tim HR tinggal buka folder talent pool dan mulai menghubungi kandidat yang paling cocok.

Dari sisi perusahaan, ini masuk akal. Rekrutmen itu proses yang panjang dan mahal, mulai dari posting lowongan, menyaring ratusan CV, sampai wawancara berkali-kali. Kalau mereka sudah punya "stok" kandidat potensial, proses ini bisa dipercepat drastis saat kebutuhan mendadak muncul.

Dua Kemungkinan di Balik Lowongan yang Terus Muncul

Berdasarkan pengalaman saya dan obrolan dengan beberapa teman yang juga aktif melamar kerja, setidaknya ada dua motif yang sering disebut-sebut soal kenapa satu lowongan bisa terus tayang berbulan-bulan.

Pertama, memang benar-benar talent pool untuk posisi masa depan. Perusahaan mungkin sedang dalam fase ekspansi, atau posisi tersebut memang punya turnover tinggi, sehingga mereka selalu butuh "cadangan" kandidat. Ini biasa terjadi di industri yang punya kebutuhan rekrutmen musiman, seperti sales, customer service, atau posisi operasional yang butuh banyak orang.

Kedua, ini soal branding perusahaan. Beberapa perusahaan, terutama yang ingin terlihat sedang bertumbuh atau aktif di mata publik dan investor, sengaja mempertahankan postingan lowongan supaya kelihatan "sedang berkembang pesat." Semakin banyak posisi terbuka, semakin perusahaan itu terkesan sehat dan menarik. Ini strategi yang sah-sah saja secara bisnis, tapi jujur saja, bikin capek buat pelamar yang berharap ada progres nyata dari lamaran mereka.

Tanda-Tanda yang Bisa Kamu Perhatikan

Karena dua kemungkinan itu bisa terjadi bersamaan, saya belajar untuk memperhatikan beberapa pola sebelum menyimpulkan sebuah lowongan itu "sungguhan" atau cuma pengumpul data.

Pertama, perhatikan apakah deskripsi pekerjaan itu berubah dari waktu ke waktu. Kalau job desk-nya sama persis, tanggal posting berubah, tapi requirement-nya identik, ini sinyal kuat bahwa perusahaan sekadar memperpanjang masa tayang, bukan membuka rekrutmen baru.

Kedua, cek juga apakah kamu pernah dihubungi setelah melamar. Kalau sudah dua-tiga bulan dan sama sekali tidak ada balasan, bahkan email otomatis "terima kasih sudah melamar" pun tidak ada, kemungkinan besar CV kamu memang masuk basis data, bukan diproses aktif.

Ketiga, coba lihat ukuran dan reputasi perusahaannya. Perusahaan besar dengan turnover karyawan tinggi cenderung memang butuh talent pool berkelanjutan. Sedangkan startup kecil yang baru merintis biasanya kurang punya sumber daya untuk sekadar "pamer" lowongan tanpa kebutuhan nyata, kalau mereka posting terus, biasanya karena memang belum dapat kandidat yang pas.

Jadi, Haruskah Kita Tetap Melamar?

Menariknya, meskipun ada kemungkinan itu cuma talent pool, bukan berarti melamar jadi sia-sia. Justru sebaliknya, masuk dalam talent pool sebuah perusahaan artinya nama kamu sudah tercatat, dan begitu ada kebutuhan mendadak, kamu berpeluang dihubungi lebih dulu dibanding pelamar baru. Banyak orang yang akhirnya diterima kerja justru dari lamaran yang mereka kirim berbulan-bulan sebelumnya, saat mereka sendiri sudah lupa pernah melamar ke sana.

Yang penting, jangan taruh semua harapan di satu lowongan saja. Kalau kamu memang butuh pekerjaan dalam waktu dekat, tetap perluas jangkauan lamaran ke banyak perusahaan lain, sambil menganggap lamaran ke "lowongan abadi" itu sebagai investasi jangka panjang, bukan solusi jangka pendek.

Kesimpulan

Fenomena lowongan yang terus muncul di Jobstreet meski sudah lama dilamar memang bukan hal aneh. Bisa jadi itu talent pool sungguhan untuk kebutuhan rekrutmen masa depan, bisa juga bagian dari strategi branding perusahaan supaya terlihat terus berkembang. Sebagai pelamar, cara paling realistis menghadapinya adalah dengan tetap melamar tapi tidak menaruh ekspektasi berlebihan pada satu posisi saja, sambil terus memperluas peluang di tempat lain.

Kalau kamu sedang mengalami hal serupa, kamu tidak sendirian, dan itu bukan berarti usaha kamu sia-sia.

Lebih lamaTerbaru

Posting Komentar