MikroTik RB750r2 Bekas: Masih Worth It Dibeli di 2026?

Mikrotik Bekas Rb750 r2

Awalnya saya juga ragu. Beli router bekas itu kadang untung-untungan , takutnya sampai rumah malah bermasalah, port LAN mati sebelah, atau ternyata unit "buangan" dari warnet yang udah remuk dipakai nonstop bertahun-tahun. Tapi karena budget lagi mepet dan cuma butuh router untuk keperluan rumahan, akhirnya saya coba juga beli MikroTik RB750r2 (hEX lite) second di salah satu marketplace.

Harganya waktu itu memang jauh lebih murah dibanding beli baru. Dan setelah dipakai jalan beberapa waktu ini, jujur saja performanya masih normal-normal aja, gak ada gejala aneh, konfigurasi juga lancar. Jadi saya pikir ada baiknya cerita di sini buat kamu yang lagi mempertimbangkan hal yang sama.

Daftar Isi:

Router Apaan Sih Ini?

Buat yang belum familiar, RB750r2 itu generasi kedua dari seri RB750, biasa disebut juga hEX lite. Bukan router baru-baru amat sebenarnya, tapi bukan berarti udah ketinggalan zaman juga. Spek-nya kira-kira begini:

Prosesornya QCA9531 850MHz single core, RAM 64MB, ada 5 port Fast Ethernet 10/100, storage 16MB, dan sudah bawa lisensi RouterOS Level 4 dari sononya. Ukurannya kecil banget, adaptornya juga cuma butuh daya kecil , jadi hemat listrik. Ini memang router kelas SOHO, buat rumahan atau kantor kecil, bukan buat jaringan gede dengan trafik berat.

Kenapa Saya Bilang Masih Worth It

Yang paling bikin saya lega waktu cek-cek: RouterOS untuk router ini ternyata masih terus dapat update sampai sekarang. Jadi kekhawatiran "software-nya udah gak disupport lagi" itu ternyata gak terbukti , masih bisa upgrade ke versi terbaru dan dapat perbaikan keamanan.

Soal ketahanan hardware, MikroTik memang punya reputasi lumayan tangguh. Banyak unit RB750r2 yang sudah dipakai orang bertahun-tahun dan tetap jalan, selama gak ada kerusakan fisik kayak bekas kesambar petir atau kena air. Punya saya sendiri sampai sekarang belum ada masalah , semua port nyala, konfigurasi tersimpan normal, gak ada yang panas berlebihan.

Satu lagi yang menurut saya jadi nilai plus: kalau kamu memang niatnya mau belajar RouterOS, entah buat hobi ngoprek jaringan atau lagi ancang-ancang ambil sertifikasi MTCNA, unit bekas kayak gini jadi cara murah buat latihan langsung , bikin firewall, hotspot, simple queue, dan lain-lain, tanpa harus keluar uang buat unit baru yang harganya bisa dua-tiga kali lipat.

Tapi Ada yang Perlu Dicek Dulu Sebelum Beli

Nah ini bagian penting. Waktu saya beli kemarin, saya cukup teliti mengecek beberapa hal, dan menurut saya ini wajib dilakukan siapa pun yang mau ambil unit bekas biar gak nyesel belakangan.

Pertama, lihat kondisi fisiknya , casing retak atau enggak, ada tanda-tanda bekas kena air atau enggak. Kedua, tes semua port LAN satu per satu, karena ini yang paling sering bermasalah pada unit bekas, apalagi kalau dulunya dipakai buat hotspot RT/RW net yang jalan 24 jam. Ketiga, pastikan adaptor bawaannya masih nyala dan stabil, karena kalau harus beli baru itu jadi biaya tambahan yang lumayan.

Selain itu, begitu sampai di tangan, langsung cek versi RouterOS yang terpasang dan sebaiknya update ke versi stabil terbaru. Reset juga ke pengaturan default supaya bersih dari konfigurasi pemilik sebelumnya , selain lebih aman, ini juga bikin kamu mulai dari nol dan lebih gampang paham settingan sendiri. Dan tentu saja, pilih penjual yang ratingnya bagus, cek dulu ulasan pembeli lain soal unit MikroTik yang mereka jual.

Tapi Ya, Bukan Berarti Tanpa Kekurangan

Biar gak sepihak, saya juga mau jujur soal batasannya. RAM-nya cuma 64MB, jadi kalau kebutuhan kamu udah lumayan berat , rule firewall banyak, trafik tinggi, banyak user , router ini bakal kerepotan. Port-nya juga masih Fast Ethernet, bukan Gigabit, jadi kalau internet di rumah kamu udah di atas 100 Mbps, router ini justru jadi bottleneck-nya. Terus ini juga gak ada fitur wireless bawaan, jadi kalau butuh WiFi ya harus tambah access point terpisah.

Jadi, Cocok Buat Siapa?

Kalau kamu cuma butuh router buat rumahan dengan fitur manajemen bandwidth dan firewall yang lebih lengkap dibanding router bawaan ISP, atau punya usaha kecil kayak warnet/RT-RW net dengan jumlah user terbatas, atau lagi belajar jaringan dan pengin praktik langsung tanpa modal besar , RB750r2 bekas ini kandidat yang masuk akal.

Tapi kalau kebutuhan kamu udah internet cepat di atas 100 Mbps atau jaringan dengan banyak user aktif sekaligus, mending cari seri MikroTik lain yang portnya Gigabit dan RAM-nya lebih lega.

Kesimpulannya

Dari yang saya alami sendiri, beli RB750r2 bekas itu masih masuk akal di 2026 ini , asal unitnya dalam kondisi baik dan harganya memang jauh di bawah unit baru. Software-nya masih dapat dukungan, hardware-nya kalau gak ada kerusakan fisik ya awet, dan buat kebutuhan rumahan atau SOHO kecil ini sudah lebih dari cukup. Yang penting sebelum transfer, cek dulu semua yang saya sebutkan di atas , jangan sampai tergiur harga murah tapi lupa cek kondisi barangnya.

Kalau kamu memang lagi cari router MikroTik dengan budget terbatas tapi tetap pengin fitur yang "niat", RB750r2 bekas ini menurut saya layak masuk daftar pertimbangan.

Posting Komentar